Taukah kalian diam itu benar-benar menyiksa. Aku ingin berbicara tetapi entah harus kepada siapa. Mereka pun enggan berteman bahkan untuk mendekatpun tidak. Saat itu memang benar-benar dunia tidak pro kepadaku. Apakah yang harus disalahkan itu budaya? Setauku tak ada budaya yang saling menyakiti batin atau bahkan hati. Teladankah saat itu? ku rasa tidak. Tidak, Tidak dan TIDAK!
     Senyum sangat miskin bahagia pun mengikuti. Jangan salahkan aku jika suatu saat aku masih menyimpan rasa yang teramat sakit terhadap telunjuk-telunjuk kalian yang menunjuk tepat didepan kepalaku. Aku tau kalian berada sedikit diatas dari posisiku, bukan berarti kalian harus membuat bola hitam yang ketika itu dengan mudah dilempar sampai pada kepalaku tak berkutik otakku marah.
     Sebenarnya perlawanan itu ada, tetapi makan awan itu hal mustahil, menyusuri angkasa tidak mudah dengan satu tongkat, dan mesin yang tua. Saat itu aku butuh madu untuk mengobati luka memar yang berdarah. Tetapi aku kebingungan madu apa itu, apakah manis atau pahit kelat dan pekat. Piano sonata in a major yang saat itu aku gunakan untuk merebahkan kemarahanku merah mukaku sudah menunjukan. In my place pun salah satu instrumen yang aku mainkan, tetapi tak ada satupun yang mengerti, mereka tuli dan buta, mereka memang benar-benar hitam tak berwarna.
     Sudahkah kalian sadar atas apa yang kalian lakukan sewindu silam, tak ada penolong selain doa yang aku  panjatkan kepada yang kuasa. Berjalan menyusuri tiang-tiang kurus berkarat dan kebingungan mencari jalan tanpa tanah. Hari pembalasan itu tidak hanya ada dialam akhirat, kalian tinggal tunggu waktu dan pada saat itu tiba kalian akan diam dan menyesali bola itu telah jatuh ke kepala kalian sendiri, busuk amis itulah baunya kelak. Pengkhianat waktu, pengkhianat janji dan pengkhianat nasihat. Sesempurnanya kalian pada saat itu, kelak tiba saatnya kalian akan menjadi bawahan kedai dan disimpan rapi dalam kantongnya bersama makanannya yang busuk dan tak kala kedai tersebut jatuh kelubang yang sama, dan kau ikut dalam iramanya. Aku diam, dan ada saatnya masa akan berbicara aku adalah pemenang!